WIRO SABLENG
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
SATU
Dua sosok bayangan hitam berkelebat dalam gelapnya malam. Pada waku siang saja hutan belantara itu selalu diselimuti kegelapan dan dicengkam kesunyian.
Apalagi di malam buta seperti itu. Hingga dua sosok yang bergerak tadi tidak ubahnya seperti dua hantu tengah gentayangan.
"Kita sudah dekat....." bisik bayangan di sebelah kanan. Ternyata dia manusia juga adanya.
"Betul, aku sudah dapat mencium baunya," menyahuti bayangan satunya.
Keduanya terus lari ke arah Timur rimba belantara. Tak selang berapa lama mereka sampai di bagian hutan yang baynak ditumbuhi semak belukar setinggi dada.
Di sini mereka hentikan lari. Tegak tak bergerak dan juga tidak bersuara. Hanya sepasang mata masing-masing memandang tak berkedip ke depan.
Di atas serumpun semak belukar lebar terletak sebuah batu lebar berbentuk hampir pipih. Di atas batu ini duduk seorang lelaki berpakaian rombeng penuh tambalan seperti pengemis. Dia mengenakan sebuah caping bamboo. Bagian depan caping ini turun ke bawah hingga dari wajahnya hanya dagunya yang ditumbuhi bulubulu kasar saja yang kelihatan.
Bau aneh seperti bau bunga kamboja busuk datang dari orang yang duduk bersila di atas batu ini. Entah berasal dari tubuhnya atau dari pakaiannya yang dekil kotor.
Otak dua orang yang barusan datang cepat bekerja. Batu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #76 : Kutunggu Di Pintu Neraka Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Wiro Sableng #76 : Kutunggu Di Pintu Neraka
Ridha, Rabu, 28 Desember 2016Gang Setan
Ridha, Senin, 19 Desember 2016Semua terdengar memiliki irama ditelingaku. Setiap lantunan detik dari waktu yang terus berjalan ada bisikan dari pasir dijalanan yang tak disadari adanya. Arakan awan membawa lukisan sederhana dari biru dan putih terlewatkan oleh insan yang tengah beradu dengan sengat matahari.
Seperti hari biasanya dia sudah berdiri di pinggir trotoar menunggu si merah datang. Wajahnya kian kusam akibat terpaan panas jalanan dan asap kendaaraan yang sudah akrab dengan hidupnya. Topi coklat usang yang di dapat dari seorang pengendara sepeda motor dua tahun lalu di kemacetan lampu merah masih setia melindungi kepalanya.
“Kapan kau akan sadar?” seorang lelaki dengan tinggi seperti seorang polisi dan tusuk gigi yang tengah menari dimulutnya menghapuskan lamunannya ditepi jalan. Seorang yang memberinya segelas air segar sekaligus orang yang membuatnya tak ingin minum lagi. Setiap sore ia akan datang mencarinya dan memberinya sebungkus nasi berisi lauk tempe sambal atau bahkan ayam goreng. Mereka boleh saja sama-sama mengamen dilampu merah bermodalkan gitar dan suara yang biasa saja. Tetapi lelaki itu bisa mendapatkan sepuluh kali lipat dari hasil ia mengamen selama enam
... baca selengkapnya di Gang Setan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Wiro Sableng #156 : Topan Di Gurun Tengger
Ridha, Minggu, 18 Desember 2016
WIRO SABLENG
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : PETAKA PATUNG KAMASUTRA
Di tengah ruangan Pendekar 212 berdiri tanpa pakaian, membelakangi Purnama. Keberadaan sang pendekar seperti ini membuat Purnama tercekat hentikan langkah. Tiba-tiba Wiro membalikkan tubuh. Purnama terperangah. Dua bola mata membesar. Lutut terasa goyah dan dada bergoncang keras. Aliran darah dalam tubuh mengalir deras. Sepasang mata tak berkedip memandangi sosok telanjang sang pendekar. Mulai dari kepala sampai ke ujung kaki. Saat itulah gadis ini sempat melihat ada satu tanda putih dibagian bawah pusar Wiro.
SATUDalam episode sebelumnya (Sang Pemikat) diceritakan setelah mengalami kesembuhan dari penyakit kelainan darah, Pendekar 212 Wiro Sableng, secara diam-diam meninggalkan rumah panggung tempat dia dirawat. Namun kepergiannya diketahui dan diikuti Purnama. Lenyapnya kedua orang itu kemudian membuat semua orang yang ada dirumah panggung menjadi heboh. Berbagai dugaan dan prasangka muncul. Walau bergurau Naga Kuning bocah sakti bermulut jahil sempat mengatakan jangan-jangan Purnama membawa Wiro untuk diuji kejantanannya.
Setelah memeriksa lewat cermin sakti Ratu Duyung membagi orang-orang yang ada
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #156 : Topan Di Gurun Tengger Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Tukang Rombeng
Ridha, Selasa, 01 November 2016Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yohanes 10:11).
Untuk orang seperti siapakah Dia datang? Untuk bilangan waktu manakah Dia menjelang? Berikut adalah kisah yang menunjukkan kepada siapa dan kapan Dia akan datang. Semuanya, hanya satu saja dasarnya: Cinta!
Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, "Rombeng!" Ah, udara berbau busuk dan cahaya yang muram itu dilintasi oleh suara musik yang indah.
"Rombeng! Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!"
"Sekarang inilah keajaiban," pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang.
... baca selengkapnya di Tukang Rombeng Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?
Ridha, Sabtu, 22 Oktober 2016“Good is the enemy of great. – Baik adalah musuh dari luar biasa.” ~ Jim Collin
Memang sudah seharusnya kita semua tidak berhenti setelah berhasil mencapai prestasi. Jika Anda hanya puas setelah mencapai satu prestasi, tentu Anda tidak dapat lagi menjadi lebih baik 10 kali lipat, 20 kali lipat dan seterusnya. Meningkatkan prestasi kerja di dunia yang terus berkembang pesat sudah pasti memberikan berjuta manfaat yang mungkin belum pernah Anda pikirkan sebelumnya.
Ironisnya, ternyata makin banyak saja orang yang memilih hidup aman, menjalani kehidupan rutin tanpa tantangan sama sekali. Kehidupan mereka tak pernah berubah, karena mereka tak pernah mencoba sesuatu yang baru apalagi meningkatkan standar prestasi. Mereka rela menerima hidup apa adanya dan tak pernah lebih baik dari sebelumnya, karena takut gagal atau membuat kesalahan.
Lebih parah lagi, mereka hanya berpikir bagaimana mencari aman, bukan mencari kesempatan untuk mendapatkan kehidupan lebih baik. Orang yang berprinsip demikian, ‘only security, no opportunity’ – hanya rasa aman, tanpa kesempatan, sebenarnya justru dalam posisi berbahaya. Mereka lambat laun akan terlindas oleh perubahan, dan akan semakin kehilangan kesempatan untuk memiliki kebanggaan, kebahagiaan dan semangat hidup.
“The greater danger of most of us is not that our aim is too high and we miss it, but it is too low a
... baca selengkapnya di Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Manulife raup premi Rp 3 triliun
Ridha, Kamis, 05 Februari 2009PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia pada 2008 meraup premi sekitar Rp4 triliun atau tumbuh dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,7 triliun menyusul penetrasi di pasar ritel yang ekspansif.
Wadirut Manulife Adi Purnomo Wijaya mengatakan pertumbuhan pasar asuransi jiwa pada 2008 masih cukup tinggi meskipun kondisi perekonomian pada akhir tahun lalu cenderung melambat.
"Bagi asuransi jiwa pada akhir tahun itu justru masa panen premi, dan kondisi krisis tidak banyak menekan bisnis di industri ini, sehingga tidak terjadi penurunan seperti yang dikhawatirkan mayoritas industri," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Adi mengutarakan penetrasi pasar asuransi jiwa yang dilakukan perusahaan pada 2008 cukup ekspansif karena tidak ada dampak langsung dari krisis yang memengaruhi bisnisnya.
Untuk itu, katanya, perseroan pada tahun ini memproyeksikan pertumbuhan premi pada kisaran 25%-28% atau lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi kinerja industri asuransi jiwa.
"Memang pada tahun ini pertumbuhan premi diperkirakan tidak terlalu besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 100%. Tapi angka 25%-28% tergolong masih tinggi," katanya.
Adi menuturkan pertumbuhan premi bagi perusahaan asuransi tidak serta merta membuat perolehan pendapatan dan laba menjadi naik. Dia menolak menyebutkan keuntungan perusahaan pada tahun lalu.
Dia menyatakan tahun ini perseroan masih memfokuskan penjualan produk yang bersifat proteksi dibandingkan dengan unit-linked dengan komposisi produk tradisional 70% dan sisanya 30% untuk produk berbalut investasi.
Untuk pengembangan investasi, katanya, diperkirakan tidak akan berubah yakni masih dominan pada produk jangka panjang seperti obligasi pemerintah, dan sekitar 20% pada deposito yang dicadangkan untuk memelihara likuiditas, sedangkan untuk penempatan pada saham porsinya hanya sekitar 3%.
Dia menambahkan bagi perusahaan asuransi, besar kecilnya klaim itu bukan merupakan biaya, tapi konsekuensi dari meningkatnya pendapatan premi yang akan menjadi kewajiban di masa depan.
Ditanya kemungkinan melakukan akuisisi perusahaan asuransi lainnya, Adi mengungkapkan aksi korporasi itu bagian dari strategi perusahaan untuk memperbesar value bisnis sehingga perlu dikaji secara mendalam.
AIA Indonesia Bayar 13.500 Klaim Selama 2008
Ridha,PT Asuransi AIA Indonesia (AIA Indonesia) telah membayar lebih 13.500 klaim sepanjang 2008 dengan nilai total lebih dari Rp 100 miliar. Klaim yang dibayarkan seperti individu kecelakaan, rawat inap, kematian dan penyakit kritis.
Laporan Keuangan yang belum diaudit per 31 Desember 2008 menunjukkan jumlah aset Rp 5,4 triliun, cadangan teknis Rp 4,4 triliun dan rasio kecukupan modal (risk based capital) 339%, jauh melampaui ketentuan pemerintah 120%.
"Kami senantiasa berfokus penuh dalam menyediakan proteksi untuk nasabah, dan membangun bisnis kami untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang. Kami tetap mengembangkan produk-produk dan layanan unggulan yang diperuntukkan bagi nasabah dan pertumbuhan AIA di masa yang akan datang, yang akan memberikan keuntungan kepada nasabah dan mitra usaha kami," Wakil Presiden Direktur AIA, Chris Bendl dalam siaran pers, Kamis (5/2/2009).
Chris mengatakan AIA Indonesia memiliki fundamental keuangan dan modal yang kuat. AIA Indonesia memiliki dukungan hampir 1 juta pemegang polis dan saluran distribusi yang luas, yaitu Agency, Bancassurance dan Employee Benefit Services.










